25 January 2014



Selamat siang teman-teman sekalian.
Saat ini saya ingin sharing pengalaman dari seseorang yang sudah bisa membuat bisnisnya menjadi terkenal dari usaha-usaha yang dia lakukan.

Silahkan disimak isinya guys, sangat bermanfaat untuk renungan orang-orang yang ingin menjadi pengusaha sukses. Check This Out !!


Akhirnya terpaksa menulis lagi.. karena bertubi-tubi mendapat pertanyaan/curhatan yang sama, hampir setiap hari.. jadi biar jawabnya mudah, supaya dirujuk ke tulisan ini..

begini kira-kira :

Ny X :
"Dzan, gw capek nih dengeran cerita salah seorang member dari kota S. Tiap hari curhat,  gara-gara udah resign tapi bisnisnya ga jalan-jalan alias bangkrut. Sekarang malah keluarganya terancam perceraian. Orang itu agak nyalahin komunitas yang komporin resign tanpa diberitahu resiko nya. Harusnya kasitau donk resiko resign dll, jangan cuma yang enaknya doank yang di share di komunitas. Dan banyak lho member yg bernasib sama.. gimana nih?"

Mr.Y :
"Bro, ada yang lagi curhat nih. teman saya frustasi. sudah resign trus bisnis bangkrut. dia  bener-bener frustasi. Sekarang dia menghidupi keluarganya dengan "jatah" dari mertuanya. Gimana nih?"

Mr. Z :
"utang jadi banyak banget..Gw nyerah nih bro.. gw mau jadi karyawan lagi. tuntutan hidup makin berat, gw butuh kepastian penghasilan.."

Menghela nafas sebentar...
Bingung juga, mulai dari mana ya ngejelasin nya.

Mulai dari kapasitas saya untuk menjawab dulu deh
1. saya bukan founder dari komunitas tersebut… saya hanyalah anggota biasa.
2. saya belum pernah merasakan jadi karyawan/TDB atau apapun istilahnya. Karena semenjak kuliah sudah berdagang. Walau begitu saya bisa merasakan beratnya perjuangan bisnis orang-orang yang sebelumnya pernah bekerja.
3. tapi saya pernah mengalami kegagalan, kemunduran, kebangkrutan yang sama. Bahkan berkali-kali. Dan berkali-kali itu pula, alhamdulillah dengan pertolongan Allah, saya selalu bisa untuk bangkit kembali.

Oke, setelah tau kapasitas saya untuk menjawab, lanjut ya sekarang ke pembahasan.

Pertama : Menjadi karyawan tidak berarti lebih buruk dari menjadi pengusaha dan menjadi pengusaha, belum tentu lebih baik daripada karyawan.

Mengapa?
- Karena yang lebih mulia di sisi Allah adalah yang lebih bertakwa. Karyawan yang bertakwa jauh lebih baik daripada pengusaha yang korup
- Ga semua pengusaha itu lebih kaya dari karyawan.. contoh : penghasilan saya saat ini tidak lebih besar dari Dirut Bank Mandiri, hehe ..

Kedua : Pahami bahwa status pengusaha dan karyawan adalah hanya aktualisasi diri kita dalam kehidupan. Semua sama saja. Sama-sama dibutuhkan umat manusia.

Bayangkan bahwa isi dunia ini adalah sebuah organisasi besar. Ada orang-orang yang bertugas menjaga keamanan (tentara/polisi), ada orang-orang yang membantu orang yang sakit (paramedic), ada yang mengatur Negara (politisi), ada pengusaha dan lain-lain. Semuanya sama-sama dibutuhkan. Tidak ada boleh merasa lebih antara satu dan lainnya.

Ketiga : Pahami resiko

- Jadi tentara/polisi dituntut latihan fisik yang lebih. Kalo kita bukan tipe yang demikian, jangan dipaksakan ber-aktualisasi disana.
- Jadi dokter/paramedic dituntut untuk lebih empati dan sabar. Kalo kita ga nyaman ada orang yang malem-malem minta diobati, ya jangan jadi dokter.
- Jadi pengusaha dituntut untuk siap profit dan siap rugi. Siap maju dan siap bangkrut. Kalo kita ga punya mental siap bangkrut, ya ga usah jadi pengusaha. Tapi ketika kita memilih menjadi pengusaha, ya terima resiko nya apapun itu. Jangan mengeluh, karena ini adalah pilihan kita. Tapi kalo memang tidak cocok, ya jadi karyawan juga ga lebih hina..
- Kata siapa pengusaha banyak waktu luang? Justru pengusaha bisa bekerja 24 jam non-stop! Tapi bedanya, kita mencintai pekerjaan kita jadinya tidak terasa capek. Jadi jangan bermimpi menjadi pengusaha itu bisa bermalas-malasan.
- Belum lagi risiko dicibir orang, keluarga, mertua dll ketika baru merintis bisnis dibilang ga punya pekerjaan tetap lah… pekerjaan ga jelas lah.. penghasilan ga jelas.. malu-malu-in lah.. hayo apa lagi?

Keempat : Terima Konsekuensi
- Masuk jadi tentara trus mengeluh.. gimana sih suruh lari 10km setiap hari! Emangnya ga capek!.. Ah, bapak/ibu sih yang maksa jadi tentara! Udah saya bilang saya ga suka! Pegel-pegel nih latihannya!”
- Masuk jadi dokter juga mengeluh gila tiap hari harus liatin darah harus deket-deket sama orang-orang kusta, orang kudisan, exim mana gw tahan.. gara-gara siapa nih?
- Kira-kira begitulah kalo salah pilih menjadi pengusaha terdengar seperti anak kecil ya? Ya begitulah seharusnya anda melihat diri anda ketika anda mengeluh. Ngerasa salah jalan? Belum telat kok untuk pindah haluan, tapi satu yang pasti : gentle donk sama pilihan sendiri! Jangan mengeluh! Apalagi nyalah-nyalahin orang lain atau komunitas.

Jadi, mohon maaf, saya agak kurang sepakat jika menyalahkan komunitas.
Plis, jangan biasakan BEJ (blame, excuse, justify). Biasakan untuk menyalahkan diri sendiri.


CONTINUE..

Lanjut Part 2

Komentar Menggunakan :
OR

5 comments:

  1. Komentar untuk Karyawan atau Pengusaha ??? - Part 1 ..

    ReplyDelete
  2. Menjadi karyawan tidak berarti lebih buruk dari menjadi pengusaha dan menjadi pengusaha, belum tentu lebih baik daripada karyawan.

    Beuh gojil ni gan kata katanya

    ReplyDelete
  3. terimaksh gan...motivasi utk saya. apapun profesi kita fokus kita jalani. orang jawa bilang sawang sinawang

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama sama gan amin :) Terima kasih telah berkunjung.

      Delete

Comment anda adalah bentuk penghargaan untuk postingan yang saya buat

- Copyright © Fredickson -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -