Archive for 2014

Kunci Sebuah Kesuksesan


Malam yang dingin membuat saya enggan untuk beranjak dari tempat tidur saya. Waktu menunjukkan pukul 19.07 WIB. Iseng membuka aplikasi twitter yang ada di gadget saya, saya mencoba membuang waktu dengan membaca timeline dari akun twitter yang telah saya follow. Dari begitu banyak twit yang saya baca, saya berhenti pada satu tweet yang berjudul "Key To Success" yang ternyata dimiliki oleh akun @corbuzier. Ternyata tautan tersebut terhubung dengan sebuah website penyedia layanan suara yang sudah cukup terkenal yaitu soundcloud.com.

Dengan lincah jari saya pun meng-klik tautan pada tweet yang berjudul "Key To Success" tersebut. Selama 18 menit 17 detik saya mendengarkan apa yang disampaikan oleh Master Mentalist tersebut, saya merasa Deddy Corbuzier telah menyampaikan rahasia sebuah kesuksesan kepada umum dengan cuma-cuma. Semenjak saat itulah, saya mengidolakan salah satu pengidap disleksia yang sukses tersebut.

Rekaman yang dia berikan adalah sebuah rekaman audio pendek berdurasi 18 menit 17 detik saja, tetapi banyak pelajaran yang bisa kita ambil jika kita mendengarkan apa ia sampaikan secara seksama. Penggunaan bahasa yang mudah dimengerti, penyampaian cerita yang menggunakan alur membuat semua pendengarnya akan mudah mengerti apa yang akan disampaikan oleh ayah dari anak yang bernama Askanio Nikola Corbuzier.

Silahkan dengarkan rekaman Master Deddy Corbuzier tentang "Key To Success".


Indahnya Berbagi.

@fredickz
02 October 2014

Karyawan atau Pengusaha ??? - Part 3



Lanjut part terakhir guys !!

3. G stands for Greedy alias Serakah
Greedy atau serakah adalah musuh nomor 1 para pengusaha. Penyakit ini seperti kolesterol yang menyebabkan penyakit jantung, yakni pembunuh nomor 1 di dunia. Baru punya itung-itungan diatas kertas, sudah dijadikan patokan.. belom-belom langsung buka 5 cabang… udah gitu pake utang.

Baru buka outlet, juga belom jalan 1 tahun, sudah di franchise kan! owalah, bisnis anda belum teruji kalo baru 1-3 tahun. Baru buka satu outlet, beberapa bulan, udah utang bank untuk buka cabang.. bahkan sudah punya kredit mobil. Bisnis jualan baju sudah jalan, mapan… kemudian tergoda invest banyak di bisnis batubara. Duit habis terkuras, sehingga bisnis garmen pun stagnan ga bisa berkembang karena ga ada dana pengembangan.

Bisnis baru 2-3 tahun, tapi gayanya sudah seperti konglomerasi. Punya bisnis IT, bisnis agro, bisnis garment, bisnis retail, bisnis makanan, bisnis pelatihan. Akhirnya satupun tidak ada yang jalan.

Saya pernah ditanya oleh salah seorang mahasiswa, "Mas, klo kita bisnisnya banyak, kan profit kita jadi lebih banyak.. bukannya lebih enak begitu?" Saya jawab simple, “"Mas kuliah ambil jurusan apa?" "Teknik.." katanya. Saya lanjutkan, "Kenapa ga nyambi kuliah di FE, Kedokteran, Fisip, Sastra, MIPA, sekalian supaya sekalian gelarnya menjadi SE, ST, S.Ked, S.Sos, S.Hum. kan lebih enak banyak gelar..!?". Dia jawab lagi, "Lha gimana bagi waktunya mas? Yang ada saya di DO karena nilai jelek semua, trus malah ga dapet gelar sama sekali!".

Ngapain kita keblinger dan tergoda sama gemerlapnya bisnis teman-teman kita? 
Coba berpikir ulang deh, bisnis kita yang ada sekarang itu selalu ada kemungkinan untuk menjadi besar kan? Ngapain juga tergoda sama bisnis orang lain? Yang di share ya pasti yang baik-baiknya saja toh. Sisi horror-nya sudah pasti tidak diceritakan hehe.

Saya pernah tersandung di bisnis bioethanol yang tidak focus.. rugi ratusan juta.. saya hanya ingin pengalaman ini berguna buat teman-teman semua. Supaya tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Sinar matahari ketika difokuskan dengan lensa cembung, sanggup membakar kertas. Itulah kekuatan focus! Coba perhatiin orang-orang terkaya di dunia, bisnis nya focus. Bill Gates, Steve Balmer, Oracle, Wal-Mart.. walau di Indonesia masih di dominasi konglomerasi seperti Bakrie, CT, Sandiaga Uno, dll

4. G stands for Gengsi
Ini adalah akar masalah yang ke-4. Maunya sih setajir Chairul Tanjung yang sekarang. Tapi ga mau niru jalan-nya Chairul Tanjung 30 tahun yang lalu.. jungkir balik jagain mesin fotokopi.. jagain warung alat kedokteran.. nah klo kita? Belom-belom udah nyuruh dan hire karyawan buat jagain warung.. alesannya karena malu. Kalo saya mah mending malu jagain warung, daripada harus menyusahkan orang lain karena tidak punya penghasilan

Bisnis itu naik-turun.. biasanya banyakan turun-nya. Turun 100 kali, naik 1 kali. Tapi naik 1 kali itu sudah cukup untuk membayar turun 100 kali. Toh Kolonel Sanders dan Thomas alfa Edison ditolak dan gagal 1000 kali, tapi usaha terakhirnya bisa menutup semua kerugiannya. Jangan Cuma siap kaya, tapi juga harus siap miskin. Yang penting nikmati prosesnya.

Bob Sadino bahkan pernah bangkrut. Dan kata istri om bob, saat itu uang yang ada Cuma cukup untuk membeli nasi ATAU rokok. Om bob harus memilih. Akhirnya saat itu om bob memilih nasi, sementara untuk kebutuhan rokoknya belio mencari puntung-puntung bekas.. kita siap tidak menjadi seperti ini?

Teman-teman dari kalangan Chinese, malah sudah biasa dengan menu bubur. Padahal warungnya sudah ramai. Tapi dengan tekun mereka mengumpulkan tabungan, untuk memperbesar bisnis.

Ketika keinginan kita sudah kuat, seharusnya tidak berpikir jalan untuk mundur. Separah-parahnya kondisi kita, kita bisa ngasong, mbenerin komputer, jadi supir, jualan Koran.. ya minimal untuk sekedar membeli beras.
Seorang pengusaha bernama halilintar, bahkan sempat memiliki perusahaan di New Zealand dan France. Bisnisnya ambruk. Dan beliau ga malu untuk jadi tukang ledeng. Dipanggil ke rumah-rumah dsb. Sempat beliau malu, karena customer yang memanggilnya adalah orang yang belio kenal. Kini bisnisnya bangkit lagi, dan bahkan lebih besar dari sebelumnya.

Saya sendiri pernah menjadi distributor makanan ikan hias, saya antar dengan sterofoam ke toko ikan hias dengan motor.. ya rasa malu tetap ada, tapi kalo dibawa enjoy sih asik-asik aja. ketika bisnis warnet habis, saya turun langsung untuk membantu teman-teman mendirikan warnet dengan memberikan pengalaman gagal saya untuk tidak terulang di warnet yang baru tersebut. Ya, saya melakukannya sendiri, tanpa karyawan. Alhamdulillah masa-masa kritis itu bisa dilewati, kini perusahaan ISP saya (www.net-cyber.com) memiliki sejumlah klien corporate. Bahkan sebentar lagi ada perusahaan Jerman menggunakan jasa internet dari www.net-cyber.com . Jasa Konsultan IT juga kebanjiran order dari instansi-instansi besar untuk web/software development.

Pertanyaannya, maukah kita menurunkan standar gaya hidup ketika bisnis menurun? Tadinya naik mobil, sekarang naik motor. Sekarang jagain sendiri gerobak mie ayam kita, gunting credit card, Anak-anak sekolah nya di sekolah yang mahal, pindahkan ke sekolah inpres, kurangi kebiasaan makan di resto, atau bahkan sampai berpuasa untuk menghemat pengeluaran, pindah ke kontrakan petak sementara rumah utama kita disewakan! Maukah kita? Sekali lagi ini adalah pilihan.

Kesimpulan !!

Menjadi pengusaha adalah pilihan hidup dengan segala risiko nya (baik untung besar ataupun bangkrut). Jangan pernah menyalahkan orang-orang di sekitar anda, ataupun komunitas yang meng-encourage anda untuk resign. Mereka ga salah. Bahkan harusnya kita berterima kasih. Niat mereka juga untuk kebaikan kita juga. Lebih banyak introspeksi diri.
Ternyata penyebab frustasi berbisnis berpusat pada 4 faktor, yakni MUGG (Mindset, Utang, Greedy, Gengsi). Perbaiki mindset kita, hapus hutang yang tidak produktif, jauhi sifat Greedy dan Gengsi. Tiap orang mungkin berbeda-beda, saya sendiri sih benar-benar sudah bakar kapal.. jadi insya allah sampai saat ini belum pernah ada pikiran untuk menjadi karyawan. Jauh-jauh saya buang pikiran itu… karena jalur entrepreneur adalah jalan saya.. disinilah aktualisasi saya.. saya akan tetap di jalur ini, walau saya harus menjadi tukang servis komputer panggilan, atau harus jaga warnet. Saya turunkan gaya hidup (jangan tiru prinsip ini jika tidak sesuai dengan anda)

Tapi lebih dari itu… kita harus bermimpi mengisi daftar 10 besar orang-orang terkaya di Indonesia, bahkan di dunia. Karena itu, teruslah bergerak. Teruslah berinovasi. Teruslah mengeluarkan karya-karya terbaik!

Ingat pesan mbah Kiyosaki, dari income jangan langsung keluar menjadi expenses atau liability.. Income masuk dulu ke asset yang menghasilkan passive income. Yang dengan passive income itu baru kita keluarkan untuk expenses atau liability.

Nikmati semua proses sebagai ibadah. Ingat, selama kita istiqomah (ga nyerempet-nyerempet yang haram) maka kita selalu ada di jalur kemenangan.

Terakhir mohon maaf kalo terlalu panjang, ada salah-salah kata ataupun menyinggung… tidak ada maksud lain selain untuk kebaikan kita semua.

The End.

Indahnya Berbagi

Fredickson
25 January 2014

Karyawan atau Pengusaha ??? - Part 2



Lanjut part 2 guys .. !!

Akar masalah adalah MUGG. Kemudian saya merenungkan akar permasalahannya. Ternyata ujung-ujungnya ada di 4 faktor ini, sebut saja MUGG.

1. M stands for Mindset
Mindset sebagai akar masalah yang pertama. Saya mau jadi jenderal, tapi ga mau jadi letnan dulu. Maunya langsung jadi jenderal. Ga mau latihan fisik, ga mau belajar/sekolah, ga mau diperintah atasan.

Saya mau jadi pengusaha, saya mau seperti Bob Sadino, tapi ogah banget nganter-nganter telor ayam door to door. Ogah banget gw kerja sampe larut malam, malah ga tidur.

Saya mau jadi Begawan property seperti Trump, tapi ogah banget klo pernah bangkrut total kayak Trump.

Wake up! Jangan cengeng! Semua pengusaha-pengusaha besar pasti pernah mengalami kegagalan besar… dan mereka kuat.. mereka bertahan ..

Saya sendiri pernah mengalami kebangkrutan total.. bayangkan saja, dari 10 warnet yang dulu saya punya, kini hanya tinggal 1 cabang saja. Saya tidak menyerah. Hidup isinya perubahan. Saya lihat banyak orang berbondong-bondong membuat warnet. Dan mereka kesulitan untuk mengelolanya. Dan ketika mereka berbondong-bondong klik www.warnet-alpha.net (tentu saja, berbekal integritas yang terus dijaga selama 6 tahun), kini kami bertransformasi menjadi penyedia jasa setup dan maintenance warnet nomor wahid di Indonesia.

Bisnis bioethanol saya pun bangkrut. Total kerugian dengan warnet menjadi milyaran. Bangkrut, dikhianati, miss-management adalah pelajaran-pelajaran yang berharga.. kini saya alhamdulillah dengan pertolongan Allah telah melewati masa-masa krisis itu dan bahkan membalikan keadaan. Lebih matang, lebih dewasa, sekarang apa-apa bisa jadi duit.. bahkan tanpa modal sekalipun..

Coba hitung, berapa waktu yang anda habiskan untuk memikirkan bisnis anda? Berapa jam per hari? Jangan-jangan cuma 1-2 jam saja, atau Jangan-jangan anda malah keasikan membuat list daftar barang-barang konsumtif yang mau anda beli.

Coba hitung, berapa modal yang  diinvestasikan untuk bisnis anda? Untuk marketing? Untuk pengembangan? Untuk penyusutan? Untuk riset? Untuk seminar? Atau malah lebih banyak uang yang dihabiskan untuk keperluan konsumtif?

Anda gagal karena mindset anda! Mindset anda yang bilang bahwa jadi pengusaha bisa jalan-jalan sementara bisnis jalan sendiri.. mindset anda yang bilang adanya passive income tanpa perlu bekerja. Tapi anda bertemu realitas  yang berbeda, dan anda tidak siap untuk itu… anda panic.. karena tidak seenak yang dijanjikan itu ..

Jadikan profesi pengusaha ini untuk pengabdian dan untuk ibadah. Insyaallah semua terasa nikmat. Kerjakan dengan enjoy dan sebaik-baiknya, pada titik itu justru order/proyek/client/customer yang akan mengejar-ngejar anda! Percayalah!

2. U stands for Utang
Utang adalah akar masalah yang kedua. Ini adalah masalah yang sangat sensitive. Rasulullah sangat tidak menganjurkan berhutang, dan meng-encourage bagi hasil atau bekerjasama. Saya sendiri bukan orang yang anti-hutang, hutang boleh-boleh saja (walau saya belum pernah berhutang ke bank).. asal ada hitung-hitungan yang matang..

Contoh : bisnis jualan kue kita sudah memiliki satu karyawan untuk antar kue. Dengan net-profit bisnis 2jt/bulan. Kemudian jalan 2 tahun bisnis berkembang, net-profit menjadi 5jt/bulan. Bahkan order melebihi kapasitas produksi. Jika harus investasi mesin produksi baru plus inventaris motor buat antar dengan cara berhutang, maka misalkan diasumsikan ada beban cicilan sebesar 3jt/bulan.

- Dan dengan mesin baru itu yang dicicil itu, ternyata net-profit meningkat menjadi 7jt/bulan. Nah itu baru hutang yang bener! Untuk leverage atau pengembangan bisnis. Dan dengan cicilan yang masih bisa ter-cover dengan bisnis yang ada.
- Biasanya nih, dengan net-profit “Cuma” 2jt/bulan, kita nekat buka cabang! Supaya bisa franchise katanya! Hutang puluhan bahkan ratusan juta yang cicilannya diatas 5jt. Padahal present net-profit kita Cuma 2jt/bulan! Gimana ini logika nya sementara tidak ada jaminan bahwa cabang akan selalu untung. Apa bedanya dengan spekulasi? Beda kalau misalnya menggunakan uang dari kantong sendiri.
- Ada yang lebih parah. Bisnis nya malah belom ada, tapi udah utang ratusan juta buat buka toko kue. Nah yang ini lebih sableng lagi saya benar-benar tidak menyarankan untuk memulai bisnis dengan hutang! Jangan pernah!
- Ditambah lagi utang-utang buat gaya hidup ga penting… cicilan mobil, cicilan blackberry, cicilan TV LCD, mention it! Jangan pernah beli segala sesuatu secara kredit ketika diperuntukan untuk urusan pribadi (bukan perusahaan). Tundalah kesenangan kecil, demi mendapat kesenangan besar nanti!
- Bayangkan anda buka 10 toko kue dengan modal utang. Cicilan 50jt/bulan. Itulah yang membuat anda menjadi frustasi! Nikmati pelan-pelan jalani semuanya dengan sederhana… selesaikan pekerjaan dengan sebaik-baiknya.. biarkan sunnatullah bekerja. Ketika anda bersungguh-sungguh, pasti order yang akan mengejar anda… walau anda menolak sekalipun.. insyaallah !
- Buka 1 cabang dulu.. biar kan menjadi “matang” selama 3-4 tahun, kemudian buka cabang dengan duit tabungan sendiri. Bukan utang. Setelah buka 5 cabang dan berhasil, baru bicara franchise. Atau kalau memang yakin profit, mengapa harus franchise? KFC, Hokben, Gokana juga ga franchise kok..
- Ga punya duit buat 1 cabang? Patungan sama temen! Tentu saja yang bisa dipercaya plus mau sama-sama bekerja.
- Ga percayaan sama temen? Ya mulai dari door to door direct selling. Bisa tuh ga pake modal.
- Malu? Tengsin? Males? Ya ga usah jadi pengusaha.

Coba yuk, bisnis dengan modal yang ada aja. Klo Cuma ada 10jt, ya pake itu aja cukup kok. Klo Cuma ada 1jt, ya udah cukup juga… bisnis saya www.jasakomputer.com modalnya Cuma 1jt, belum jalan setahun menghasilkan net-profit tembus 2 digit alias 10jt. Asal focus!


Continue !!

Lanjut Part 3

Karyawan atau Pengusaha ??? - Part 1



Selamat siang teman-teman sekalian.
Saat ini saya ingin sharing pengalaman dari seseorang yang sudah bisa membuat bisnisnya menjadi terkenal dari usaha-usaha yang dia lakukan.

Silahkan disimak isinya guys, sangat bermanfaat untuk renungan orang-orang yang ingin menjadi pengusaha sukses. Check This Out !!


Akhirnya terpaksa menulis lagi.. karena bertubi-tubi mendapat pertanyaan/curhatan yang sama, hampir setiap hari.. jadi biar jawabnya mudah, supaya dirujuk ke tulisan ini..

begini kira-kira :

Ny X :
"Dzan, gw capek nih dengeran cerita salah seorang member dari kota S. Tiap hari curhat,  gara-gara udah resign tapi bisnisnya ga jalan-jalan alias bangkrut. Sekarang malah keluarganya terancam perceraian. Orang itu agak nyalahin komunitas yang komporin resign tanpa diberitahu resiko nya. Harusnya kasitau donk resiko resign dll, jangan cuma yang enaknya doank yang di share di komunitas. Dan banyak lho member yg bernasib sama.. gimana nih?"

Mr.Y :
"Bro, ada yang lagi curhat nih. teman saya frustasi. sudah resign trus bisnis bangkrut. dia  bener-bener frustasi. Sekarang dia menghidupi keluarganya dengan "jatah" dari mertuanya. Gimana nih?"

Mr. Z :
"utang jadi banyak banget..Gw nyerah nih bro.. gw mau jadi karyawan lagi. tuntutan hidup makin berat, gw butuh kepastian penghasilan.."

Menghela nafas sebentar...
Bingung juga, mulai dari mana ya ngejelasin nya.

Mulai dari kapasitas saya untuk menjawab dulu deh
1. saya bukan founder dari komunitas tersebut… saya hanyalah anggota biasa.
2. saya belum pernah merasakan jadi karyawan/TDB atau apapun istilahnya. Karena semenjak kuliah sudah berdagang. Walau begitu saya bisa merasakan beratnya perjuangan bisnis orang-orang yang sebelumnya pernah bekerja.
3. tapi saya pernah mengalami kegagalan, kemunduran, kebangkrutan yang sama. Bahkan berkali-kali. Dan berkali-kali itu pula, alhamdulillah dengan pertolongan Allah, saya selalu bisa untuk bangkit kembali.

Oke, setelah tau kapasitas saya untuk menjawab, lanjut ya sekarang ke pembahasan.

Pertama : Menjadi karyawan tidak berarti lebih buruk dari menjadi pengusaha dan menjadi pengusaha, belum tentu lebih baik daripada karyawan.

Mengapa?
- Karena yang lebih mulia di sisi Allah adalah yang lebih bertakwa. Karyawan yang bertakwa jauh lebih baik daripada pengusaha yang korup
- Ga semua pengusaha itu lebih kaya dari karyawan.. contoh : penghasilan saya saat ini tidak lebih besar dari Dirut Bank Mandiri, hehe ..

Kedua : Pahami bahwa status pengusaha dan karyawan adalah hanya aktualisasi diri kita dalam kehidupan. Semua sama saja. Sama-sama dibutuhkan umat manusia.

Bayangkan bahwa isi dunia ini adalah sebuah organisasi besar. Ada orang-orang yang bertugas menjaga keamanan (tentara/polisi), ada orang-orang yang membantu orang yang sakit (paramedic), ada yang mengatur Negara (politisi), ada pengusaha dan lain-lain. Semuanya sama-sama dibutuhkan. Tidak ada boleh merasa lebih antara satu dan lainnya.

Ketiga : Pahami resiko

- Jadi tentara/polisi dituntut latihan fisik yang lebih. Kalo kita bukan tipe yang demikian, jangan dipaksakan ber-aktualisasi disana.
- Jadi dokter/paramedic dituntut untuk lebih empati dan sabar. Kalo kita ga nyaman ada orang yang malem-malem minta diobati, ya jangan jadi dokter.
- Jadi pengusaha dituntut untuk siap profit dan siap rugi. Siap maju dan siap bangkrut. Kalo kita ga punya mental siap bangkrut, ya ga usah jadi pengusaha. Tapi ketika kita memilih menjadi pengusaha, ya terima resiko nya apapun itu. Jangan mengeluh, karena ini adalah pilihan kita. Tapi kalo memang tidak cocok, ya jadi karyawan juga ga lebih hina..
- Kata siapa pengusaha banyak waktu luang? Justru pengusaha bisa bekerja 24 jam non-stop! Tapi bedanya, kita mencintai pekerjaan kita jadinya tidak terasa capek. Jadi jangan bermimpi menjadi pengusaha itu bisa bermalas-malasan.
- Belum lagi risiko dicibir orang, keluarga, mertua dll ketika baru merintis bisnis dibilang ga punya pekerjaan tetap lah… pekerjaan ga jelas lah.. penghasilan ga jelas.. malu-malu-in lah.. hayo apa lagi?

Keempat : Terima Konsekuensi
- Masuk jadi tentara trus mengeluh.. gimana sih suruh lari 10km setiap hari! Emangnya ga capek!.. Ah, bapak/ibu sih yang maksa jadi tentara! Udah saya bilang saya ga suka! Pegel-pegel nih latihannya!”
- Masuk jadi dokter juga mengeluh gila tiap hari harus liatin darah harus deket-deket sama orang-orang kusta, orang kudisan, exim mana gw tahan.. gara-gara siapa nih?
- Kira-kira begitulah kalo salah pilih menjadi pengusaha terdengar seperti anak kecil ya? Ya begitulah seharusnya anda melihat diri anda ketika anda mengeluh. Ngerasa salah jalan? Belum telat kok untuk pindah haluan, tapi satu yang pasti : gentle donk sama pilihan sendiri! Jangan mengeluh! Apalagi nyalah-nyalahin orang lain atau komunitas.

Jadi, mohon maaf, saya agak kurang sepakat jika menyalahkan komunitas.
Plis, jangan biasakan BEJ (blame, excuse, justify). Biasakan untuk menyalahkan diri sendiri.


CONTINUE..

Lanjut Part 2

Mengatasi Kirim BBM dari BB ke Android yang Gagal



Malam guys.
Saya ingin sedikit share kepada teman-teman, barangkali ada yang mengalami hal serupa dengan saya pada aplikasi bbm dari blackberry yang tidak bisa mengirim bbm ke bbm pada platform android / ios.

Hal ini terjadi pada saya saat bbm di android dan ios baru saja diluncurkan oleh RIM. BBM pada blakckberry saya mengalami kejanggalan, yaitu tidak bisa mengirim bbm ke bbm platform android / ios, tetapi mereka sendiri bisa mengirim bbm kepada saya. Hal ini sempat membuat saya jengkel karena ada sebagian buyer saya yang menginvite bbm saya melalui android / ios, tetapi mereka merasa kalo saya tidak membaca dan membalas bbm mereka. 

Setelah itu saya langsung bertanya kepada teman saya, barangkali saja ada teman yang mengalami hal serupa dengan saya. Ternyata ada salah seorang teman yang menyarankan untuk menginstall ulang kembali aplikasi bbm pada blackberry saya, karena dia pun mengalami hal serupa dengan saya dan berbuat demikian hingga akhirnya kembali normal. 

Akhirnya saya pun menginstall kembali bbm saya. Berikut langkah2nya :

1. Hapus aplikasi bbm yang telah terinstall pada blackberry anda dengan cara masuk ke bagian setting - device - application - bbm - klik lambang bb (menu) - lalu delete. Tunggu hingga aplikasi bbm tersebut selesai di hapus. 

2. Menggunakan browser pada blackberry anda, searching di google dengan menggunakan keyword "download bbm v7". Mengapa harus v7 ?? Karena bbm versi 8 masih versi beta oleh karena itu banyak yang komplain kalo bbm versi 8 itu membuat handheld blackberry mereka menjadi lemot. Tapi kalo masih mau coba bbm version 8, feel free to do it. 

3. Disarankan untuk mendownload aplikasi bbm melalui website http://www.blackberry.com. Karena jika tidak yang ditakutkan adalah aplikasi bbm tersebut menjadi virus dan tidak kompatibel dengan handheld blackberry yang anda gunakan. Jika mendownload melalui browser carilah file bbm dengan format ota agar langsung terdownload dan terinstall secara otomatis. 

4. Silahkan coba kirim ke bbm android teman terdekat anda. Selamat mencoba. 

Sorry kalo acak-acakan teman penulisannya, namanya juga masih belajar menulis :D

Indahnya Berbagi. 

Fredickson. 
13 January 2014

Cara Memilih Wine Sesuai Keinginan



Dikarenakan saya posting ini di malam hari, maka saya akan mengucapkan selamat malam.

Sudah lama sekali saya tidak share pengalaman saya tentang wine di blog ini. Sudah pasti rutinitas sehari-hari yang membuat saya tersendat untuk membuat postingan demi postingan setiap harinya. Kebetulan mood saya lagi bagus, soalnya baru selesai liburan dari kampung halaman, hehe....! 

Well, back to the topic.
Banyak orang yang saya kenal dalam keseharian saya, sangat enggan untuk meminum wine dikarenakan banyak orang beranggapan kalo wine itu sudah pasti rasanya tidak enak a.k.a sepet. Apalagi dengan budaya orang-orang Indonesia yang memang lebih banyak meminum minuman berasa manis. Ya memang saya pun mengakui kalo wine itu rasanya sepet, TAPI tidak semua wine. Biasanya Red Wine lah yang memiliki rasa sepet seperti itu, dikarenakan kulit dan biji pada anggurnya pun ikut dalam proses pembuatannya. Itulah sebabnya Red Wine terasa sepet.

Tapi jangan khawatir teman-teman, tidak semua wine memiliki rasa sepet seperti yang saya jelaskan barusan. Ada beberapa wine yang memiliki rasa manis dan sudah pasti kalo yang namanya orang Indonesia pasti lebih suka dengan minuman manis dibandingkan yang sepet. Berikut akan saya berikan tips-tips untuk memilih wine-wine yang manis.

Berbeda dengan negara penghasil wine yang lain, Jerman adalah salah satu negara penghasil wine yang mengkelompokkan jenis-jenis wine mereka dari tingkat manisnya / tingkat glukosa di dalam wine tersebut. Oleh karena itu, jika anda ingin mencicipi sebotol wine yang memiliki rasa manis, wine dari jerman bisa menjadi pilihan yang tepat. Salah satu contoh wine yang dihasilkan dari Jerman dan sering ditemukan di Cafe atau Restaurant Indonesia adalah Madonna Valckenberg Kabinett, Madonna Valckenberg Auslese, Madonna Valckenberg Spatlese. Dari ketiga wine tersebut, wine yang paling manis adalah auslese lalu spatlese dan yang paling dry adalah kabinett, tetapi tingkat dry dari wine Jerman sendiri tidak terlalu sepet jadi mungkin masih tetap bisa menjadi pilihan untuk menjadi minuman jamuan untuk tamu-tamu penting anda.

Selain daripada wine dari Jerman mungkin saya ada 1 jenis wine yang bisa menjadi minuman favorit anda jika anda ingin mengorder wine tetapi yang memiliki rasa manis. Wine tersebut bernama Balbi Soprani Moscato D'Asti. Wine ini berasal dari Italy yang terbuat dari jenis grape Muscat. Nah, Muscat adalah salah satu jenis grape yang memiliki tingkat glukosa cukup tinggi. Oleh karena itu, setiap wine yang dibuat dari grape Muscat sudah pasti wine tersebut memiliki rasa manis yang cukup dominan.

Satu hal yang harus anda hindari jika anda hendak meminum wine yang berkarakteristik manis, jangan minum wine-wine manis tersebut terlalu banyak. Hal tersebut dikarenakan kandungan alkohol pada wine-wine manis tersebut cukup tinggi sehingga jika anda meminum dengan dosis yang sangat banyak, besar kemungkinannya anda akan mabok. Apalagi jika anda membawa kendaraan, lebih baik wine tersebut anda take away / dibawa pulang dan diminum di rumah, jadi lebih aman minumnya :D.

Mungkin dengan penjelasan saya kali ini, teman-teman yang ingin mencoba wine bisa memulai dengan wine-wine yang berasa manis terlebih dahulu agar lidahnya ngga kaget kalo dikasih wine yang lebih dry :D. Mudah-mudahan postingan ini dapat membantu teman-teman untuk memilih dan menemukan wine yang anda inginkan.

Indahnya Berbagi.

Fredickson
12 January 2014

A Short Story About ME !!



Siang guys.

Selama saya nulis di blog ini, maish belum ada tulisan perkenalan yang saya buat. Mungkin di kesempatan kali ini saya mau coba nulis siapa diri saya. Tujuannya agar saya lebih kenal dengan teman-teman semua yang sudah menyempatkan waktu untuk membaca blog sederhana saya ini.

Nama saya Fredickson, biasa dipanggil Dickson. Saya lahir di bandung dan masih tinggal di bandung hingga saat saya menulis tulisan ini. Saya asli orang Medan, tapi saya lahir di bandung makanya banyak teman-teman saya bilang kalo saya bukan orang medan, karena saya lahir di bandung. Tapi apapun kata teman saya, saya tetap bangga menjadi orang medan a.k.a Bataknese.

Ayah dan ibu saya asli dari Medan dan merantau ke bandung hingga pada akhirnya terdampar di sini sampai sekarang. Saya punya cita-cita untuk menjadi seorang Pengusaha BESAR, kalo emang rezeki nya sih pengen seperti Pak Chairul Tandjung (Pemilik CT Corp). Keinginan saya tersebut ingin saya wujudkan dari hal yang kecil terlebih dahulu, seperti contohnya bisnis online yang saya coba bangun sekarang .. minta doanya ya teman-teman !

Tidak tau dari mana, dari saya kecil hingga sekarang, saya selalu punya pikiran kalo someday saya akan menjadi orang sukses. Sukses dalam artian dapat mencapai apa yang saya inginkan. Mungkin kalo untuk yang satu ini, teman-teman juga harus punya pemikiran seperti ini, karena apa ?? Karena semua hal yang terjadi di kehidupan masing-masing manusia itu terjadi karena pikiran yang dibuat oleh manusia itu sendiri. Seperti apa kata proklamator negara kita tercinta Bung Ir. Soekarno "Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit", dan itu memang harus seperti itu agar apa yang kita lakukan itu ada tujuannya.

At last but not the least, mudah-mudahan dengan semua tulisan yang telah dan akan saya tulis selanjutnya akan menjadi hal yang berguna bagi teman-teman semua yang membacanya, karena Pak Chairul Tandjung pun menjadi seorang yang sukses diawali dari keinginan dia untuk menjadi orang yang beguna bagi Bangsa dan Negaranya yang pada akhirnya semuanya itu terlaksana.

Indahnya Berbagi.

Fredickson
11 January 2014

Bisnis Online itu Gampang-gampang Susah

Malam guys.

Seperti apa yang saya tulis pada judul artikel ini, bisnis online itu gampang-gampang susah. Kenapa ?? Karena bisnis online merupakan pekerjaan yang mudah tapi sulit untuk ditekuni.

Sekali kita terjun ke dunia bisnis online, KONSISTENSI adalah hal yang paling harus dimiliki. Karena dari pengalaman yang saya dapatkan, konsistensi lah yang paling sulit saya lakukan, karena memang membosankan melakukan pekerjaan yang sama terus menerus setiap harinya. Pada kesempatan kali ini saya akan membahas konsistensi pada bisnis online.

Sedikit flashback ke belakang awal mula saya menekuni bisnis online.
Setelah lulus dari SMA saya memiliki cita-cita untuk menjadi seorang pengusaha besar seperti pak Chairul Tandjung. Semua itu berawal dari keinginan saya untuk bisa mandiri finansial dari kecil. Pada saat itu, saya tidak memiliki modal apa-apa, hanya sisa uang dari bisnis yang pernah saya jalankan sebelumnya yaitu Jual Beli Chip Poker Facebook. Yang dulu sering online di FB pasti tau permainan ini, hahahha .. Dari permainan itulah saya merasa kalo yang namanya bisnis itu dapat mendatangkan keuntungan yang menggiurkan, yang dapat mengabulkan keinginan saya untuk mandiri finansial Jika saya dapat menjalankan bisnis tersebut dengan baik..

Kata-kata yang saya BOLD di atas adalah maksud dari tulisan saya kali ini. Disaat kita sedang menjalani sesuatu terutama sebuah bisnis yang kita bangun sendiri, bisnis tersebut harus dapat ditekuni dengan baik dan benar. Karena jika sekali saja kita bermalas-malasan habis sudah semua kerajaan bisnis yang sudah kita bangun dari awal.

Di saat pertama kali saya berkecimpung di dunia bisnis online, barang yang saya jual pertama kali adalah Kaos Distro (yang hingga saat ini masih saya tekuni), lalu saya expand lagi ke pulsa dan menjadi dropshipper pada sebuah Distro Online yang menurut saya sudah cukup besar dan dikenal di dunia perOnline-an, hehehe ..

Kejenuhan dari berbisnis online ini lah yang membuat Bisnis Online saya hancur, karena saya menjadi tidak fokus pada bisnis saya dan lebih berfokus pada pekerjaan yang sedang saya jalankan sampai sekarang. Gimana ngga jenuh, coba anda bayangkan ! 1 x 24 jam, 7 hari 1 minggu saya menghabiskan seluruh waktu saya untuk berdiam diri di depan komputer untuk selalu dapat memantau bagaimana perkembangan bisnis online saya. Pada saat itu, semua alat promosi yang saya gunakan saya arahkan langsung ke page Facebook saya >> Grosir Kaos Distro Branded 45.000 dan Kaos Distro Exclusive | Elegant agar semuanya dapat terorganisir dengan baik, pikir saya pada saat itu. Hal tersebut saya lakukan 2 bulan berturut-turut. Hanya makan, tidur, malam minggu-an, dan kirim barang saja waktu saya untuk beranjak dari depan komputer.

Nahhh, saat ini saya ingin lagi menekuni dan membangun kembali bisnis online yang dulu pernah saya tekuni, karena menurut saya hal tersebut bisa menjadi penghasilan tambahan saya untuk saat ini. Oleh karena itu, pada tulisan saya yang paling atas saya mengatakan bahwa KONSISTENSI lah yang paling berpengaruh dalam menjalankan bisnis online.

Untuk teman-teman yang sudah membaca tulisan saya ini dan sedang menjalankan bisnis online, tolong dijaga konsistensinya jangan sampai seperti saya. Bisnis online yang sudah saya buat dari awal malah berantakan dikarenakan ke-Tidak Konsisten nya saya dalam menjalankannya. Mungkin di bawah ini akan saya buat kiat-kiat khusus agar dalam menjalankan bisnis online konsistensi tetap terjaga.

Mungkin pada tulisan selanjutnya saya akan membuat kiat-kiat khusus agar konsistensi tetap terjaga. Stay Tune guys. Maaf-maaf nih kalo tulisan saya berantakan. Hahahahaha ..

Indahnya Berbagi.

Fredickson
08 January 2014

- Copyright © Fredickson -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -