Cara Melihat Kualitas Kaos Distro
Tulisan ini saya copy paste dari blog saya yang lain wordpress !
Kali ini saya ingin share bagaimana caranya melihat Kualitas Kaos Distro yang bagus dan tidak. Tanpa basa basi, langsung saja simak tulisan saya berikut ini ^^
Dalam melihat kualitas kaos distro itu sendiri, terdapat 3 acuan penting yang harus anda perhatikan sebelum anda membeli kaos. Setiap anak remaja sekarang pasti akan tertarik membeli sebuah kaos jika kaos tersebut berlabel "KAOS DISTRO". Memang sudah tidak perlu dipungkiri jika Kaos dengan label "KAOS DISTRO" memiliki Bahan, Sablon, dan Jahitan kaos yang terbilang BAGUS. Tiga hal inilah yang menjadi acuan setiap outlet distro dalam membuat kaos-kaos dengan merk, label dan design mereka sendiri, ya BAHAN, SABLON dan JAHITAN kaos itu sendiri. Baik, sekarang saya akan menjelaskan 1 per 1 bagian yang menjadi acuan tersebut.
BAHAN KAOS
Berdasarkan bahan dasar pembuatnya, bahan kaos yang terdapat di pasaran ada beberapa macam. Jenis bahan kaos yang umum ditemukan adalah Cotton Combed, Cotton Carded, CVC, TC, PE.
Jenis bahan kaos di atas umumnya digunakan untuk kaos oblong. Untuk kaos berkerah atau kaos polo (polo shirt), biasanya digunakan bahan cotton pique atau lacoste. Sedangkan untuk jaket, jumper, atau hoodie biasanya digunakan bahan fleece atau terry.
Jika anda mengutamakan kenyaman, pastikan menggunakan kaos yang menggunakan bahan 100% cotton. Perlul diketahui bahwa masing-masing pabrik kaos menghasilkan kualitas produk yang berbeda, dikarenakan perbedaan bahan baku kapas, perbedaan proses produksi dan quality control, serta perbedaan proses washing serta finishingnya. Oleh karena itu, bagan cotton combed dari pabrik A, bisa saja sedikit berbeda kualitas dan teksturnya dengan pabrik B, demikian pula, produk bahan kaos yang dijual di toko kain X bisa jadi berbeda kualitasnya dengan toko kain Y.
Bahan kaos 100% cotton adalah bahan kaos yang 100% terbuat dari serat kapas alam dan memiliki karakteristik bahan yang relatif halus, dingin, nyaman dipakai, dan menyerap keringat, sehingga sangat cocok dipakai di wilayah beriklim tropis seperti INDONESIA.
Serat benang lebih halus. hasil rajutan dan penampilan bahan lebih halus dan rata. Berdasarkan jenis benang yang digunakan serta setting gramasi (gr/m2) di mesin rajutnya, bahan cotton combed memiliki beberapa jenis yaitu 20s, 24s, 30s, dan 40s. Semakin besar angkanya, semakin halus dan tipis bahannya, dan semakin mahal pula harganya. Untuk kaos distro umumnya menggunakan jenis 20s dan 30s, sedangkan untuk jenis lainnya, biasanya dipakai untuk item dengan design tertentu, seperti kaos khusus wanita atau pakaian dalam, disesuaikan dengan karakter bahannya.
- Benang 20s : Memiliki ketebalan antara 180 - 220 gram/m2
- Benang 24s : Memiliki ketebalan antara 170 - 210 gram/m2
- Benang 30s : Memiliki ketebalan antara 140 - 160 gram/m2
- Benang 40s : Memiliki ketebalan antara 110 - 120 gram/m2
2. Cotton Carded
Seperti halnya bahan cotton combed, bahan cotton carded memiliki beberapa jenis yaitu 20s, 24s, dll, berdasarkan jenis benang yang digunakan serta setting gramasi (gr/m2) di mesin rajutnya. Hanya saja serat benang yang digunakan dalam bahan cotton carded ini kurang halus. Hasil rajutan dan penampilan bahan kurang halus dan kurang rata. Umumnya bahan cotton carded ini digunakan untuk kaos-kaos dengan target pasar kelas menengah, karena harganya relatif murah dibandingkan cotton combed. Cotton carded memiliki tekstur kurang halus namun tetap nyaman dipakai karena terbuat dari 100% serat kapas alam.
3. CVC (Cotton Viscose)
Jenis bahan ini adalah campuran dari 55% Cotton Combed dan 45% Viscose. Kelebihan dari bahan ini adalah tingkat shrinkage nya (susut pola) lebih kecil dari bahan Cotton. Jenis bahan ini juga bersifat menyerap keringat.
4. TC (Teteron Cotton)
Jenis bahan ini adalah campuran dari 35% Cotton Combed dan 65% Polyester (Teteron). Dibandingkan bahan kaos Cotton, bahan TC kurang bisa menyerap keringat dan agak panas di badan. Kelebihannya jenis bahan TC lebih tahan shrinkage (tidak susut atau melar) meskipun sudah dicuci berkali-kali. Harganya pun relatif lebih murah.
5. Polyester atau PE
Jenis bahan ini terbuat dari serat sintetis atau buatan dari hasil minyak bumi kemudian dibuat untuk bahan kaos berupa serat fiber poly. Karena sifat bahan dasarnya, maka jenis bahan ini tidak bisa menyerap keringat dan panas jika dipakai.
6. Hyget
Jenis bahan ini juga terbuat dari plastik, namun lebih tipis. Banyak digunakan untuk keperluan kampanye partai karena harganya yang sangat murah.
SABLON KAOS
Mungkin anda bertanya-tanya "Sablon apa sih yang bagus ?", ini adalah pertanyaan yang sudah umum dipertanyakan jika anda sama sekali tidak pernah berkecimpung di dunia perkaosan (hehe...). Jika anda tanyakan hal ini kepada saya, saya sudah dapat menyerap, bahwa anda bertanya ke arah TINTA SABLON yang digunakan, yap pertanyaan yang benar sebenarnya adalah "Tinta Sablon apa sih yang bagus ?". Kali ini saya akan lebih mengarah kepada penjelasan tentang jenis-jenis tinta sablon itu sendiri.
Tinta bahan kaos terdiri dari 2 jenis tinta, yaitu tinta yang berbasis air atau waterbase inks dan tinta yang berbasis minyak atau solvenbase yang juga sering disebut plastisol.
1. Tinta Jenis Waterbase / Berbasis Air
Rubber, Tinta ini digunakan khusus untuk sablon diatas kain gelap. Sebab tinta ini bersifat pekat, dapat menutup permukaan warna kain dengan baik. Tinta rubber umumnya digunakan untuk underbase, underbase sendiri difungsikan sebagai penutup warna kain sebelum penyablonan warna-warna diatasnya. Tinta rubber sendiri dibagi menjadi dua jenis untuk dua fungsi kegunaan. Jenis pertama adalah tinta rubber white yang digunakan untuk underbase/dasar, bisa juga digunakan untuk mendapatkan warna-warna pastel/muda. Jenis kedua adalah rubber color yang digunakan untuk pencampuran warna-warna tua. Untuk mendapatkan warna putih yang bersih dan cemerlang, campurkan tinta rubber white dengan sedikit pigmen/pewarna berwarna nila atau ungu.
Coating / Transparan, umumnya difungsikan sebagai pelapisan hasil sablon, sehingga hasil sablon lebih cemerlang atau mengkilap. Tinta ini memiliki bentuk seperti tinta extender yang transparan, tetapi memiliki kandungan yang lebih kuat atau lebih keras. Tinta ini baik sekali untuk teknik penyablonan separasi empat warna dengan terlebih dahulu memberikan rubber white pada permukaan bahannya.
Extender, Tinta in bersifat transparan, hanya cocok untuk penggunaan diatas bahan putih atau bahan-bahan berwarna terang. Sifat dari cat ini adalah menyatu / menyerap pada bahan.
Super White, Tinta ini hampir sama jenisnya dengan tinta rubber, terdiri dari dua jenis yaitu white dan color. Tinta ini sifatnya lebih mendekati tinta extender yaitu menyatu dengan bahan dan transparan, serta dapat disablon diatas dasar bahan berwarna gelap.
Puff / Timbul, Tinta ini terdapat pada kedua jenis tinta baik underbase maupun plastisol. Tinta ini memerlukan pemanasan yang akan mengakibatkan tinta ini mengembang dengan efek timbul.
2. Tinta Jenis Plastisol / Solvenbase / Berbasis Minyak
Tinta ini berbahan dasar PVC dan harganya cukup mahal serta membutuhkan peralatan khusus untuk pengeringannya. Sebab tinta ini tidak dapat kering dengan sendirinya seperti tinta waterbase pada umumnya. Untuk dapat kering dengan baik, tinta ini memerlukan suhu mencapai 160 derajat celcius serta membutuhkan beberapa peralatan seperti conveyor curing dan flash curing. Setelah pengeringan dengan benar, tinta plastisol ini memiliki daya rekat yang sangat baik. Tinta ini sering digunakan untuk menciptakan efek-efek yang menakjubkan seperti high density. Dan t-shirt yang menggunakan tinta plastisol selalu diberi peringatan ”Do not iron on design”, sebab tinta ini akan meleleh jika terkena panas secara langsung dari setrika.
All Purpose, Tinta ini berbentuk transparan, bersifat seperti extender pada tinta waterbase. Sebab tinta ini hanya baik digunakan pada kain berwarna putih atau terang.
High Opasity, Tinta ini mempunyai sifat seperti rubber dalam waterbase, hanya saja tinta ini mempunyai daya tutup yang lebih baik pada permukaan bahan jika dibandingkan dengan tinta rubber. Tinta ini dapat digunakan untuk teknik high density.
Athletic Plastisol, Tinta ini bersifat lentur atau elastis sehingga sangat cocok untuk penyablonan diatas kain polymesh, spandex atau kain dengan motif berlubang-lubang.
Cork Base, Berjenis plastisol, tinta ini dapat digunakan untuk teknik high density yang akan menghasilkan efek seperti busa atau gabus. Tinta ini memiliki kelenturan dan fleksibelitas yang tinggi sehingga cukup baik untuk penyablonan diatas bahan yang memiliki kelenturan tinggi seperti bahan Spandek dan Rib. Tinta ini juga tidak diperbolehkan untuk di dry clean, bleach atau disetrika.
Shimmer Gold & Base, Tinta dari jenis plastisol ini diformulasikan untuk menghasilkan warna seperti metalik. Tinta ini berbentuk pasta dan siap pakai. Tinta ini sangat baik digunakan untuk heat transfer, baik itu cold peel maupun hot peel. Sangat baik digunakan pada kain knitting, cotton, polyster dan rayon. Tidak disarankan untuk pemakaian pada kain jenis nylon atau lycra.
High Density Clear, Tinta yang bersifat transparan, tinta ini menghasilkan efek sablon yang mengkilap dan terkesan basah.
Wiflex Luna Clear, Tinta plastisol transparan yang tidak terlihat dengan sinar lampu biasa, akan muncul jika terkena sinar ultraviolet.
dll.
All Purpose, Tinta ini berbentuk transparan, bersifat seperti extender pada tinta waterbase. Sebab tinta ini hanya baik digunakan pada kain berwarna putih atau terang.
High Opasity, Tinta ini mempunyai sifat seperti rubber dalam waterbase, hanya saja tinta ini mempunyai daya tutup yang lebih baik pada permukaan bahan jika dibandingkan dengan tinta rubber. Tinta ini dapat digunakan untuk teknik high density.
Athletic Plastisol, Tinta ini bersifat lentur atau elastis sehingga sangat cocok untuk penyablonan diatas kain polymesh, spandex atau kain dengan motif berlubang-lubang.
Cork Base, Berjenis plastisol, tinta ini dapat digunakan untuk teknik high density yang akan menghasilkan efek seperti busa atau gabus. Tinta ini memiliki kelenturan dan fleksibelitas yang tinggi sehingga cukup baik untuk penyablonan diatas bahan yang memiliki kelenturan tinggi seperti bahan Spandek dan Rib. Tinta ini juga tidak diperbolehkan untuk di dry clean, bleach atau disetrika.
Shimmer Gold & Base, Tinta dari jenis plastisol ini diformulasikan untuk menghasilkan warna seperti metalik. Tinta ini berbentuk pasta dan siap pakai. Tinta ini sangat baik digunakan untuk heat transfer, baik itu cold peel maupun hot peel. Sangat baik digunakan pada kain knitting, cotton, polyster dan rayon. Tidak disarankan untuk pemakaian pada kain jenis nylon atau lycra.
High Density Clear, Tinta yang bersifat transparan, tinta ini menghasilkan efek sablon yang mengkilap dan terkesan basah.
Wiflex Luna Clear, Tinta plastisol transparan yang tidak terlihat dengan sinar lampu biasa, akan muncul jika terkena sinar ultraviolet.
dll.
Sebenarnya masih banyak lagi jenis-jenis tinta sablon yang digunakan pada kaos-kaos distro, baik pada tahap awal ataupun penyempurnaan design yang digunakan, tetapi jenis-jenis tinta di atas lah yang sering digunakan untuk kaos-kaos distro.
Jahitan Kaos
Pada section Jahitan Kaos ini , saya tidak akan lebih banyak menjelaskan dengan kata-kata, mungkin dengan menggunakan gambar pemahamannya akan lebih mudah.
![]() |
| Jahitan Obras |
![]() |
| Jahitan BIS |
![]() |
| Jahitan Rantai |
Model Jahitan-jahitan di atas adalah model dasar untuk seluruh bagian kaos distro yang sudah dapat dipastikan memiliki ketahanan dan keawetan suatu kaos bagi penggunanya.
Berikut adalah Toko Online yang dapat saya referensikan untuk anda pecinta kaos-kaos distro, bagi anda yang memiliki ekspektasi tinggi pada pemakaian kata DISTRO suatu online store ^^
Berikut LINK nya : Kaos Distro Exclusive | Elegant
Semoga info yang saya berikan ini bermanfaat bagi anda pecinta kaos-kaos distro. Tolong tinggalkan komentar jika terdapat kesalahan pada penjelasan yang saya tuliskan tersebut.
Red Wine Dapat Mencegah Pembentukan Kolesterol
Berikut ini adalah postingan yang saya copy dari salah satu website berita yang cukup terkenal. Dan penelitian ini pun menjadi salah satu penyebab mengapa Red Wine sangat baik di pairing dengan Beef / daging yang berwarna merah.
Check This Out !!
VIVAlife - Senyawa berbahaya yang terkandung di dalam daging merah masuk ke dalam aliran darah. Efeknya, menciptakan kolesterol jahat yang bisa merusak pembuluh darah dan mempertinggi resiko penyakit jantung. Untuk mengatasinya Anda bisa mengkonsumsi red wine atau anggur merah.
Dalam laporan studi yang diterbitkan di Journal of Functional Foods, para peneliti menunjukkan bahwa anti-oksidan dalam anggur yang dikenal sebagai polifenol mencegah senyawa ini diserap ke dalam aliran darah di mana mereka dapat menyebabkan kerusakan. Ron Kohen, profesor dari Institute of Drug Research di Universitas Ibrani Yerusalem mengatakan hal ini dapat membantu menjelaskan mengapa red wine seringkali disebut-sebut mampu mengurangi risiko penyakit jantung.
"Daging sangat tinggi akan kandungan lemak tak jenuh ganda dan kolesterol. Hasil penelitian kami dapat memberikan penjelasan mengenai hubungan antara kebiasaan mengkonsumsi daging dan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular," jelasnya, dikutip dari Times of India.
Produk yang kaya akan polifenol seperti red wine sangat signifikan dalam mengurangi efek buruk konsumsi daging. Dalam percobaan, peneliti memberi daging kalkun pada sekelompok responden dengan kondisi sehat dan meminta mereka untuk menghindari daging lainnya serta ikan. Kelompok
lainnya diberi daging kalkun selama empat hari, namun disertai dengan segelas red wine.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketika relawan hanya mengkonsumsi daging, mereka mengalami peningkatan kadar senyawa yang dikenal sebagai malondialdehid dalam aliran darah mereka. Tubuh mereka juga menunjukkan peningkatan jumlah kolesterol yang telah dimodifikasi oleh malondialdehid dalam darah mereka.
Setelah empat hari mengkonsumsi daging, tingkat kolesterol yang dimodifikasi telah meningkat sebesar 97 persen. Diperkirakan kolesterol yang dimodifikasi tersebut bertanggung jawab atas pengerasan pembuluh darah arteri dan menciptakan plak yang dapat menyebabkan penyakit jantung. Namun, pada kelompok yang diberi makan daging kalkun dengan segelas red wine, tingkat kolesterol yang termodifikasi tidak berubah dan bahkan menurun.
Dari artikel yang kita baca di atas, dapat disimpulkan bahwa Red Wine sangat baik dikombinasikan dengan makanan seperti daging merah contohnya Daging Sapi. Jadi, mungkin bagi anda yang senang mengkonsumsi daging merah, ada baiknya anda pasangkan dengan minuman seperti Red Wine, tapi dengan dosis yang secukupnya ya, jangan sampai teler, hahahaha .....
Indahnya Berbagi.
Fredickson
Perbedaan Antara Reseller dan Dropshipper
Pada postingan kali ini saya akan membahas tentang perbedaan antara Reseller dan Dropshipper.
Postingan ini saya buat dikarenakan banyak sekali orang yang salah paham antara pengertian Reseller dan Dropshipper. Terkadang saya selaku orang yang menggeluti bisnis online pun merasa bingung jika ada yang menawarkan diri menjadi reseller untuk produk yang saya jual. Mungkin hal ini terjadi dikarenakan masih dangkalnya pemahaman masyarakat luas terutama bagi pelaku bisnis online yang baru terjun ke dalam dunia internet marketing ini.
Reseller dan Dropshipper pun dapat dikatakan sebagai agen, hanya perbedaannya adalah dari fisik produk yang dimiliki. Jika Reseller adalah agen yang memiliki produk fisik suppliernya, berbeda halnya dengan Dropshipper yang hanya memiliki informasi produk suppliernya. Berikut penjelasan masing-masing agen.
RESELLER
Dari kata dasarnya saja Re = mengulang, dan Sell = menjual yang dapat diartikan menjadi Menjual Kembali, dan -er yang memiliki arti perlakunya. Nah dari mengartikan kata-kata itu saja kita sudah dapat menyimpulkan bahwa RESELLER berarti orang / pelaku yang menjual kembali dengan adanya produk fisik di tangan agen tersebut.
Contohnya saya mendaftar menjadi seorang agen Aqua dari distributor yang ada di daerah saya. Dalam hal ini, saya pun berlaku sebagai seorang Reseller untuk produk Aqua. Agen dalam kasus ini adalah agen yang membeli terlebih dahulu aqua dalam dalam kuantiti yang cukup banyak lalu dijual kembali kepada end user.
Berikut analoginya :
Distributor - Reseller - End User
DROPSHIPPER
Berbeda halnya dengan Reseller, Dropshipper adalah agen yang menjual kembali produk suppliernya dengan TIDAK memiliki produk suppliernya tersebut. Jadi Dropshipper hanyalah agen yang menjual informasi dari suatu produk.
Contohnya saya menjadi pegawai seorang agen Aqua. Lalu saya menawarkan kepada end user untuk membeli aqua kepada saya. Jika terjadi penjualan, saya akan mengambil aqua dari tempat saya bekerja. Jadi secara tidak langsung Dropshipper dapat dikatakan seperti seorang salesman yang menjual barang milik perusahaannya kepada end user tanpa perlu memiliki produknya.
Berikut analoginya :
Dropshipper - Distributor - End User
Dapat kita lihat perbedaan yang cukup mendasar dari hal ini, jika Reseller menjual kembali dengan memiliki produknya, Dropshipper hanya menjual informasi dari produk tersebut. Jadi kita dapat mengatakan pula bahwa dengan menjadi seorang dropshipper, kita dapat menjadi pelaku bisnis yang tidak perlu mengeluarkan modal untuk menjual produk supplier kita.
Dikarenakan saya menggunakan HP untuk membuat postingan ini, analoginya tidak saya buat dalam bentuk gambar. tapi nanti klo saya udah nyampe rumah, langsung saya upload biar lebih jelas penjelasannya.
Jika ada penjelasan yang kurang jelas, dapat anda tanyakan melalui kotak pesan pada Link ABOUT ME atau komentar di sini.
Indahnya Berbagi.
Fredickson
5 Manfaat Wine Untuk Kesehatan
5 Manfaat Wine Untuk Kesehatan
Berikut adalah kutipan artikel yang gw ambil dari salah satu website. Jadi artikel kali ini dapat dipertanggungjawabkan oleh owner yang buat artikelnya, hahahaha ... !! Check This Out .......
Jangan salah menilai para penggemar minuman anggur, lho! Sebab hobi ini justru akan memperpanjang usia mereka. Minum wine atau anggur merupakan budaya yang tak bisa ditinggalkan masyarakat Barat. Bukan hanya di acara khusus, minum wine sering juga dilakukan saat berkumpul dengan teman-teman dan sahabat. Ada beberapa jenis wine yaitu white wine, red wine, champagne atau sparkling wine. Secara umum wine dibuat dengan mengambil sari buah anggur, lalu ditambahkan gula, air dan ragi jenis tertentu. Kemudian larutan ini difermentasikan hingga terbentuk senyawa alkohol.
White wine biasanya memiliki rasa dan aroma lebih ringan, manis dengan aroma buah, sedangkan red wine lebih kaya akan aroma. Champagne atau sparkling wine termasuk jenis wine yang dibuat dengan teknik tertentu sehingga terbentuk gelembung (bubble) di dalamnya.
Tak cuma sebagai pelengkap kuliner, wine ternyata juga telah lama menarik perhatian pakar kesehatan. Beberapa penelitian menyatakan mereka yang sesekali mengkonsumsi wine, memiliki risiko mati muda kurang dari 33% dibanding yang tak pernah mengkonsumsi wine. Sedangkan mereka yang rutin minum wine memiliki risiko kematian akibat kanker dan penyakit jantung lebih rendah secara signifikan. Mengkonsumsi wine secara teratur juga mampu menurunkan kolesterol LDL (kolesterol jahat).
Penelitian lain menyatakan kandungan fenol pada wine dapat mengurangi risiko penyakit jantung, menghambat pertumbuhan kanker payudara dan mengurangi pertumbuhan kanker prostat, serta antoksidan reseveratrol dalam wine mampu menghambat pertumbuhan sel kanker hati.
Inilah 5 manfaat wine untuk kesehatan :
1. Mempertahankan Skala Jantung
Wine dapat meringankan massa tubuh. Mereka yang minum wine memiliki pinggang lebih ramping dan tidak berlemak.
2. Membangun Kekebalan Tubuh
Satu gelas wine sehari dapat mengurangi 11 persen risiko terinfeksi bakteri Pilorus Helicobacter, penyebab penyebab utama radang perut, borok, dan kanker perut. Sementara penelitian di Spanyol menyebutkan bahwa orang yang minum setengah gelas per hari bisa berjaga-jaga terhadap keracunan makanan akibat kuman Salmonella jika makan makanan yang kotor.
3. Baik untuk Penderita Ovarian
Para peneliti di Australia mengungkap, wine dapat mengurangi risiko kanker ovarian sampai 50 persen. Kandungan anti oksidan atau phytoestrogen dalam wine memiliki kontra-kanker tingkat tinggi.
4. Membangun Tulang Lebih Baik
Orang yang minum secara moderat, memiliki massa tulang yang lebih tinggi daripada orang yang tidak mengonsumsi wine sama sekali. Alkohol bisa menaikan tingkat estrogen. Hormon itu melambatkan kerusakan tulang yang sudah tua ketimbang melambatkan produksi tulang baru.
5. Mengatasi Gula Darah
Pada wanita pre menopause yang minum wine satu gelas per hari, bisa mengurangi sekitar 40 persen tipikal diabetes. Sementara studi itu belum mencapai final, wine sepertinya bisa membangun insulin penolong bagi pasien diabetes.
sumber
Berikut adalah kutipan artikel yang gw ambil dari salah satu website. Jadi artikel kali ini dapat dipertanggungjawabkan oleh owner yang buat artikelnya, hahahaha ... !! Check This Out .......
Jangan salah menilai para penggemar minuman anggur, lho! Sebab hobi ini justru akan memperpanjang usia mereka. Minum wine atau anggur merupakan budaya yang tak bisa ditinggalkan masyarakat Barat. Bukan hanya di acara khusus, minum wine sering juga dilakukan saat berkumpul dengan teman-teman dan sahabat. Ada beberapa jenis wine yaitu white wine, red wine, champagne atau sparkling wine. Secara umum wine dibuat dengan mengambil sari buah anggur, lalu ditambahkan gula, air dan ragi jenis tertentu. Kemudian larutan ini difermentasikan hingga terbentuk senyawa alkohol.
White wine biasanya memiliki rasa dan aroma lebih ringan, manis dengan aroma buah, sedangkan red wine lebih kaya akan aroma. Champagne atau sparkling wine termasuk jenis wine yang dibuat dengan teknik tertentu sehingga terbentuk gelembung (bubble) di dalamnya.
Tak cuma sebagai pelengkap kuliner, wine ternyata juga telah lama menarik perhatian pakar kesehatan. Beberapa penelitian menyatakan mereka yang sesekali mengkonsumsi wine, memiliki risiko mati muda kurang dari 33% dibanding yang tak pernah mengkonsumsi wine. Sedangkan mereka yang rutin minum wine memiliki risiko kematian akibat kanker dan penyakit jantung lebih rendah secara signifikan. Mengkonsumsi wine secara teratur juga mampu menurunkan kolesterol LDL (kolesterol jahat).
Penelitian lain menyatakan kandungan fenol pada wine dapat mengurangi risiko penyakit jantung, menghambat pertumbuhan kanker payudara dan mengurangi pertumbuhan kanker prostat, serta antoksidan reseveratrol dalam wine mampu menghambat pertumbuhan sel kanker hati.
Inilah 5 manfaat wine untuk kesehatan :
1. Mempertahankan Skala Jantung
Wine dapat meringankan massa tubuh. Mereka yang minum wine memiliki pinggang lebih ramping dan tidak berlemak.
2. Membangun Kekebalan Tubuh
Satu gelas wine sehari dapat mengurangi 11 persen risiko terinfeksi bakteri Pilorus Helicobacter, penyebab penyebab utama radang perut, borok, dan kanker perut. Sementara penelitian di Spanyol menyebutkan bahwa orang yang minum setengah gelas per hari bisa berjaga-jaga terhadap keracunan makanan akibat kuman Salmonella jika makan makanan yang kotor.
3. Baik untuk Penderita Ovarian
Para peneliti di Australia mengungkap, wine dapat mengurangi risiko kanker ovarian sampai 50 persen. Kandungan anti oksidan atau phytoestrogen dalam wine memiliki kontra-kanker tingkat tinggi.
4. Membangun Tulang Lebih Baik
Orang yang minum secara moderat, memiliki massa tulang yang lebih tinggi daripada orang yang tidak mengonsumsi wine sama sekali. Alkohol bisa menaikan tingkat estrogen. Hormon itu melambatkan kerusakan tulang yang sudah tua ketimbang melambatkan produksi tulang baru.
5. Mengatasi Gula Darah
Pada wanita pre menopause yang minum wine satu gelas per hari, bisa mengurangi sekitar 40 persen tipikal diabetes. Sementara studi itu belum mencapai final, wine sepertinya bisa membangun insulin penolong bagi pasien diabetes.
sumber
Itulah kutipan artikel yang gw sengaja copy paste dari website tersebut. Semoga bermanfaat untuk setiap orang yang membacanya :D ! Tapi pada postingan kali ini, bukan maksud gw buat ngajak semua orang minum wine ya .. Tapi hanya sekedar sharing bahwa Wine bukanlah minuman beralkohol yang hanya membuat mabok orang yang meminumnya saja, tetapi juga dapat berfungsi untuk kesehatan (dengan catatan tidak melebihi dosis).
Indahnya Berbagi.
Fredickson
Perbedaan Old World Wine dan New World Wine
Wine dapat dibagi menjadi 2 kategori menurut negara penghasilnya, yaitu Old World Wine dan New World Wine.
Beberapa negara produsen yang termasuk ke dalam kategori Old World Wine adalah Prancis, Italy, Jerman, Portugal dan Spanyol. Sedangkan New Zealand, Chille, Australia termasuk ke dalam kategori New World Wine.
Negara-negara Old World Wine biasanya menghasilkan wine dengan sajian yang elegant dan sebisa mungkin tidak terlalu kuat aroma kayu oak-nya. Pada label wine nya pun Old World Wine seringkali tidak mencantumkan Varietal Grape yang digunakan. Sedangkan New World Wine menyajikan wine dengan aroma kayu oak yang cukup kuat serta seringkali mencantumkan varietal grape-nya.
Akan tetapi, seiring dengan persaingan di industri wine, kedua kelompok negara produsen wine tersebut sudah saling silang dalam mengolah wine. Jadi yang terpenting untuk saat ini adalah bukan dari kategori mana wine tersebut, tetapi dapat dinilai dari reputasi brand yang memproduksinya.
Ada 1 filosofi yang kental dengan wine-wine yang dibuat oleh negara2 dari kategori Old World Wine. Apa itu ?? Wine yang dibuat oleh mereka biasanya tidak terlalu banyak informasi (pada label wine) yang diberikan karena mereka (produsen) mengharuskan konsumen yang meminum wine, mengetahui terlebih dahulu informasi dari wine tersebut. Entah informasi dari orang yang menjualnya atau dari internet (untuk zaman sekarang). Hal ini dibuat agar mereka (konsumen) tidak hanya dapat minum wine saja, tetapi juga mengetahui dengan jelas wine apa yang tengah mereka nikmati. Oleh karena itu, wine-wine Old World Wine biasa disebut sebagai wine yang egois.
Berbeda halnya dengan wine dari New World Wine, mereka (produsen) dengan gamblang memberitahukan informasi lengkap dari wine yang mereka produksi kepada konsumennya.
Inilah penjelasan singkat dari perbedaan antara Old World Wine dan New World Wine yang saya tahu. Tetapi hal ini tidak bisa menjadi patokan bagus tidaknya wine tersebut, karena balik lagi semua itu dapat terlihat dari reputasi brand yang membuatnya.
Indahnya Berbagi.
Fredickson
Cara Membaca Label Wine
Postingan kali ini saya akan membahas bagaimana caranya membaca label yang terdapat pada setiap botol wine.
Sebelumnya saya akan menjelaskan apa sih pentingnya kita mengetahui cara membaca label yang terdapat pada botol wine.
Pada sebuah Label wine terdapat informasi lengkap mengenai data-data wine tersebut. Contohnya kita dapat mengetahui dari tahun berapa anggur untuk membuat wine tersebut dipanen (VINTAGE), dari perkebunan anggur mana wine tersebut dihasilkan (WINEYARD), dari negara mana wine tersebut berasal, perusahaan apa yang membuatnya (PRODUCEN), apakah wine tersebut telah terverifikasi oleh pemerintahan setempat (appellation = France), alcohol contentnya, jenis anggur yang digunakan (GRAPE), dan masih banyak lagi.
Seorang wine expert pasti akan menanyakan secara jelas informasi dari wine yang dia konsumsi dikarenakan hal itu dapat menjadi pembanding antara wine yang satu dan wine yang lainnya.
Saat saya menulis postingan ini, saya adalah seorang pegawai perusahaan swasta yang bergerak di bidang hospitality industry dan saya ditekankan untuk menjual wine kepada setiap tamu yang datang ke tempat saya bekerja. Dan tahukah anda ??? Bahwa setiap tamu yang datang pasti akan menanyakan hal yang sama kepada saya disaat saya menawarkan wine kepada mereka. Apakah yang mereka tanyakan ??? Ya, mereka akan menanyakan hal2 yang saya sebutkan di atas terutama untuk GRAPE, VINTAGE, Dari negara mana dan siapa PRODUCEN penghasil wine tersebut.
Seperti pada gambar di atas, itu adalah salah satu contoh wine yang saya jual di tempat saya bekerja. Seperti yang anda lihat, pada gambar tersebut saya telah menuliskan beberapa info mengenai wine tersebut seperti :
- VINTAGE : wine tersebut adalah hasil fermentasi dari anggur yang dipanen pada tahun 2008
- PRODUCEN : Opus One adalah vineyard yang membuat wine tersebut
- WINEMAKER : Robert Mondavi dan Baron Fellipe adalah orang2 yang membuat wine tersebut
- WINEYARD COUNTRY : adalah negara / wilayah bagian penghasil wine opus one
- ALCOHOL CONTENT & VOLUME : tingkat alkohol dan isi yang terdapat di dalam wine tersebut
Di atas adalah penjelasan2 singkat untuk membaca sebuah label wine. Jika anda bertanya "lalu jenis grape nya mana ?" Itu adalah pertanyaan bagus, dikarenakan tidak semua jenis wine yang dihasilkan mencantumkan jenis grape dari wine tersebut.
Opus One adalah salah satu wine yang tidak mencantumkan GRAPE yang mereka gunakan dikarenakan semua wine dengan brand Opus One memiliki varietal grape sebagai berikut Cabernet Sauvignon, Cabernet Franc, Merlot, Malbec, dan Petit Verdot yang di mix.
Mohon saran untuk postingan saya kali ini guys.
Indahnya Berbagi.
Fredickson





